Sekitar satu hingga dua tahun kemudian dengan menunggang
kuda seorang anak raja melalui hutan dan melewati menara demi menara. Nah, dia
mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan Rapunzel. Di dalam kesepiannya Rapunzel memang
senantiasa menghabiskan waktunya dengan bernyanyi. Karena suara nyanyian ini,
anak raja sangat ingin melihatnya tetapi dia tidak melihat siapapun dan juga
tidak menemukan pintu untuk naik ke atas menara.
Anak raja amat penasaran karena suara nyanyian Rapunzel amat
menyentuh hatinya. Maka, setiap hari dia keluar masuk ke dalam hutan untuk
mendengarkan nyanyian tersebut. Suatu ketika dia berdiri di balik sebuah pohon
dan melihat penyihir datang ke sana. Dia pun mendengar penyihir berteriak: “Rapunzel, Rapunzel,
turunkan rambutmu.” Rapunzel segera melepas kepangan rambutnya dan
membiarkan penyihir memanjat rambut tersebut untuk menemuinya.
“Jika itu satu-satunya jalan untuk menuju puncak menara,
aku akan mencoba keberuntunganku,” pikir anak raja. Ketika hari
mulai gelap, dia pun pergi ke menara dan berteriak: “Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu.”
Rambut pun segera terjatuh ke bawah menara dan anak raja segera memanjatnya ke
atas.
Pada saat pertama kali melihatnya Rapunzel merasa agak ngeri
karena dia selalu ditakuti agar tidak memperlihatkan dirinya kepada
orang-orang. Namun, anak raja mulai berbicara kepadanya seperti seorang teman
dan memberitahukan isi hatinya bahwa dia belum bisa bisa beristirahat bila
belum melihatnya.
Kemudian ketakutan Rapunzel memudar dan anak raja meminta
Rapunzel menikah dengannya. Rapunzel melihat bahwa anak raja masih muda dan
tampan. Dia pun berpikir bahwa anak raja akan mencintainya melebihi wanita agak
tua yang telah lama bersamanya. Lantas, dia mengatakan “YA” dan meletakkan tangannya di dalam genggaman anak raja. Mereka
pun menikah saat itu juga disaksikan langit dan bumi.
Selanjutnya, Rapunzel mengatakan bahwa dia bersedia pergi
dengan anak raja tetapi dia tidak mengetahui cara turun ke bawah. Lalu Rapunzel
meminta anak raja membawakan kain sutra setiap kali datang ke tempatnya agar
nantinya dia bisa menenun sebuah tangga dari kain-kain tersebut. Jika tangga
tersebut sudah selesai dibuat, barulah Rapunzel bisa pergi mengikuti anak raja.
Usul tersebut langsung disetujui oleh anak raja.
Setiap hari penyihir datang ke menara tanpa menyadari bahwa
Rapunzel telah bertemu dengan orang lain hingga suatu kali Rapunzel bertanya
kepadanya: “Ketika
aku mengangkatmu dari bawah menara, mengapa tubuhmu terasa lebih berat daripada
tubuh anak raja?” Penyihir menjadi marah dan mencengkeram Rapunzel: “Ah, kamu tidak
mendengarkan perkataanku. Aku pikir kamu telah mengasingkan diri dari dunia
luar tetapi kamu telah menipuku.”
Penyihir segera memotong kepangan rambut Rapunzel dan
menempatkan Rapunzel sendirian di padang gurun. Pada hari yang sama penyihir
cepat-cepat mengambil potongan rambut Rapunzel dan segera menurunkannya ke
bawah menara ketika anak raja datang dan berteriak: “Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu.”
Anak raja segera naik ke atas menara tetapi dia tidak
menemukan Rapunzel dan malah melihat penyihir menatapnya dengan tatapan mata
terjahat dan pandangan-pandangan yang berbisa. Penyihir pun tertawa
mengejeknya: “Aha,
kamu mau mengambil kesayanganmu tetapi burung cantik yang kamu cari sudah tidak
lagi bernyanyi di dalam sarangnya karena kucing telah mengambilnya dan akan
menggores matamu.”
Rapunzel telah hilang. Maka, di dalam kesedihan dan
keputusasaan, anak raja melompat ke bawah menara. Dia tetap hidup tetapi
duri-duri tanaman telah menembus kedua matanya pada saat dia jatuh. Kemudian dalam
kebutaannya dia berkeliaran di dalam hutan dan memakan akar-akar tanaman dan
buah beri.
Dia terus menerus mencari isteri tercintanya hingga
bertahun-tahun lamanya. Suatu hari dia pun tiba di sebuah padang gurun dimana
Rapunzel tinggal sambil membesarkan sepasang anak kembar mereka, laki-laki dan
perempuan. Lalu Rapunzel mendengar suara yang tidak asing baginya dan mendekati
sumber suara tersebut. Rapunzel segera mengenali pria tersebut sehingga dia
memeluknya sambil menangis. Lantas dua tetes air matanya membasahi mata anak
raja sehingga dia dapat melihat kembali. Maka, dengan penuh kegembiraan dia
membawa Rapunzel tinggal bersama di dalam kerajaannya untuk selamanya. ^_^
0 komentar:
Post a Comment