Share/Bookmark
Pundi-Pundi

Monday, January 2, 2017

Rapunzel: Penyihir vs. Anak Raja


Sekitar satu hingga dua tahun kemudian dengan menunggang kuda seorang anak raja melalui hutan dan melewati menara demi menara. Nah, dia mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan Rapunzel. Di dalam kesepiannya Rapunzel memang senantiasa menghabiskan waktunya dengan bernyanyi. Karena suara nyanyian ini, anak raja sangat ingin melihatnya tetapi dia tidak melihat siapapun dan juga tidak menemukan pintu untuk naik ke atas menara.

Anak raja amat penasaran karena suara nyanyian Rapunzel amat menyentuh hatinya. Maka, setiap hari dia keluar masuk ke dalam hutan untuk mendengarkan nyanyian tersebut. Suatu ketika dia berdiri di balik sebuah pohon dan melihat penyihir datang ke sana. Dia pun mendengar penyihir berteriak: “Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu.” Rapunzel segera melepas kepangan rambutnya dan membiarkan penyihir memanjat rambut tersebut untuk menemuinya.

Rapunzel dan Anak Raja
“Jika itu satu-satunya jalan untuk menuju puncak menara, aku akan mencoba keberuntunganku,” pikir anak raja. Ketika hari mulai gelap, dia pun pergi ke menara dan berteriak: “Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu.” Rambut pun segera terjatuh ke bawah menara dan anak raja segera memanjatnya ke atas.

Pada saat pertama kali melihatnya Rapunzel merasa agak ngeri karena dia selalu ditakuti agar tidak memperlihatkan dirinya kepada orang-orang. Namun, anak raja mulai berbicara kepadanya seperti seorang teman dan memberitahukan isi hatinya bahwa dia belum bisa bisa beristirahat bila belum melihatnya.

Kemudian ketakutan Rapunzel memudar dan anak raja meminta Rapunzel menikah dengannya. Rapunzel melihat bahwa anak raja masih muda dan tampan. Dia pun berpikir bahwa anak raja akan mencintainya melebihi wanita agak tua yang telah lama bersamanya. Lantas, dia mengatakan “YA” dan meletakkan tangannya di dalam genggaman anak raja. Mereka pun menikah saat itu juga disaksikan langit dan bumi.

Selanjutnya, Rapunzel mengatakan bahwa dia bersedia pergi dengan anak raja tetapi dia tidak mengetahui cara turun ke bawah. Lalu Rapunzel meminta anak raja membawakan kain sutra setiap kali datang ke tempatnya agar nantinya dia bisa menenun sebuah tangga dari kain-kain tersebut. Jika tangga tersebut sudah selesai dibuat, barulah Rapunzel bisa pergi mengikuti anak raja. Usul tersebut langsung disetujui oleh anak raja.

Setiap hari penyihir datang ke menara tanpa menyadari bahwa Rapunzel telah bertemu dengan orang lain hingga suatu kali Rapunzel bertanya kepadanya: “Ketika aku mengangkatmu dari bawah menara, mengapa tubuhmu terasa lebih berat daripada tubuh anak raja?” Penyihir menjadi marah dan mencengkeram Rapunzel: “Ah, kamu tidak mendengarkan perkataanku. Aku pikir kamu telah mengasingkan diri dari dunia luar tetapi kamu telah menipuku.”

Penyihir segera memotong kepangan rambut Rapunzel dan menempatkan Rapunzel sendirian di padang gurun. Pada hari yang sama penyihir cepat-cepat mengambil potongan rambut Rapunzel dan segera menurunkannya ke bawah menara ketika anak raja datang dan berteriak: “Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu.”

Anak raja segera naik ke atas menara tetapi dia tidak menemukan Rapunzel dan malah melihat penyihir menatapnya dengan tatapan mata terjahat dan pandangan-pandangan yang berbisa. Penyihir pun tertawa mengejeknya: “Aha, kamu mau mengambil kesayanganmu tetapi burung cantik yang kamu cari sudah tidak lagi bernyanyi di dalam sarangnya karena kucing telah mengambilnya dan akan menggores matamu.”

Rapunzel telah hilang. Maka, di dalam kesedihan dan keputusasaan, anak raja melompat ke bawah menara. Dia tetap hidup tetapi duri-duri tanaman telah menembus kedua matanya pada saat dia jatuh. Kemudian dalam kebutaannya dia berkeliaran di dalam hutan dan memakan akar-akar tanaman dan buah beri.

Dia terus menerus mencari isteri tercintanya hingga bertahun-tahun lamanya. Suatu hari dia pun tiba di sebuah padang gurun dimana Rapunzel tinggal sambil membesarkan sepasang anak kembar mereka, laki-laki dan perempuan. Lalu Rapunzel mendengar suara yang tidak asing baginya dan mendekati sumber suara tersebut. Rapunzel segera mengenali pria tersebut sehingga dia memeluknya sambil menangis. Lantas dua tetes air matanya membasahi mata anak raja sehingga dia dapat melihat kembali. Maka, dengan penuh kegembiraan dia membawa Rapunzel tinggal bersama di dalam kerajaannya untuk selamanya. ^_^

0 komentar:

Post a Comment